Sebut
saja namanya Pak Marturi (56 tahun), pria asli Kota Batu ini menghidupi keluarganya
dengan cara bekerja sebagai pengatur lalu lintas di jalan Koramil. Pak Marturi
tinggal di daerah Temas bersama dengan keluarganya yang beranggotakan lima
orang dan isterinya yang bekerja sebagai buruh tani di sawah milik tetangganya.
Berawal
dari kebiasaan Pak Marturi yang seringkali melewati jalan ke arah Pasar Batu, Tepatnya
berada di jalan Koramil terdapat satu belokan dan tikungan yang sangat tajam
berbahaya dan di dukung dengan banyaknya jalan berlubang yang dapat
mengakibatkan kecelakaan dan kemacetan di jalan Koramil Batu. Pemandangan ini
dapat dilihat hampir setiap hari terjadi kecelakan dan sangat menggagu pengguna
jalan yang lain. Keadaan inilah yang membuat Pak Marturi prihatin dan ingin
membantu mengatasi permasalahan yang terjadi.
Pada
awal mulanya Pak Marturi menekuni pekerjaan sebagai pengatur lalu lintas
berawal pada saat perayaan tahun baru 2013 pak marturi melihat bahwa banyak
pengguna kendaraan tetapi tidak ada yang mengatur dan itu semua menjadi
kemacetan yang panjang dan mengakibatkan
kecelakaan yang dapat mengganggu pengguna jalan yang lain, lalu timbulah
inisiatif dari pak marturi untuk mengurangi kemacetan dengan cara menjadi
pengatur lalu lintas dan akhirnyapun pak marturi berhasil mengurangi kemacetan
seperti yang diharapkan, dan dari situlah pak marturi memulai pekerjaannya
sebagai pengatur lalu lintas jalan.
Di
dalam pekerjaannya sebagai pengatur jalanan, Pak Marturi tidak sekalipun
menarik atau memungut bayaran kepada pengguna jalan, baik pengendara mobil
ataupun pengendara motor karena menurutnya semuanya itu dikerjakan dengan hati
yang tulus dan ikhlas tanpa pamrih. Tetapi tidak sedikit juga para pengendara
dan penduduk di sekitar jalan yang kasihan atau yang peduli kepada Pak Marturi untuk
memberikan uang, rokok, makanan, atau sekedar minuman ringan. Jadi Pak Marturi juga
lebih bersemangat bekerja dalam mengatur lalu lintas jalanan apalagi jika
terdapat acara-acara atau even-even yang diadakan di Kota Batu, Pak Marturi pasti
mendapat uang lebih dari si pengguna jalan.
Menurut
salah satu perwakilan dari Kepolisian Polres Batu mengatakan bahwa, pekerjaan
yang dilakukan oleh Pak Marturi ini adalah sikap nyata yang sangat positif, karena
menguntungkan dari semua pihak. Di satu pihak menguntungkan pengguna jalan dan Polantas
karena keamanan jalanan menjadi aman dan terjamin. Di sisi yang lain juga
mengguntungkan Pak Marturi sendiri karena dengan bekerja sebagai pengatur lalu
lintas Pak Marturi juga mendapatkan uang untuk keperluan sehari-hari dan
keluarga daripada pada saat dia mengganggur di rumah, dia tidak akan mendapat
apa-apa. Sikap Pak Marturi juga dapat menjadi memotivasi orang lain untuk mengurangi
pengangguran di daerah kota batu dengan cara bekerja menjadi pengatur lalu
lintas seperti Pak Marturi. Yang dilakukan Pak Marturi ini adalah bekerja
sekaligus membantu tugas Polisi untuk mengurangi angka kecelakaan yang terjadi
di jalanan.
Pak
Marturi akan terus bekerja selama di dalam pekerjaannya itu tidak ada yang
dirugikan dan Pak Marturi akan selalu terus membantu para pengguna jalan demi
kelancaran dan keamanan jalan. Sikap rendah hati dan ketekun bekerja itulah
yang dimiliki di dalam diri Pak Marturi yang menjadikan dia rela untuk bekerja
tanpa pamrih. Panas dan hujan tidak akan menghalangi Pak Marturi untuk bekerja
mengatur jalanan di Kota Wisata Batu tercinta.